13 Feb 2011

Masalah Gizi Buruk Di Indonesia

Masalah gizi buruk di Indonesia tak kunjung berakhir, dan bahkan berdasarkan survey Depkes, masih banyak kasus yang terjadi di Indonesia.

  • Di Indonesia (Depkes RI)
    • Tahun 2004 terdapat 5,1 juta kasus (Rp.170 M)
    • Tahun 2007 terdapat 4,1 juta kasus(Rp.600M)
  • Di Jateng(Dinkes Prop Jateng)
    • Tahun 2004 prevalensi 1,87 %
    • Tahun 2007 prevalensi 3,48 %
  • Di kab Banyumas 0,07% (?)


 

Sebenarnya ini semua dapat di atai jika kita mengetahui penyebab dari masalah gizi buruk, jika kita mengetahui penyebabnya, di harapkan kita juga dapat mencegah agar tidak terjadi gizi buruk pada lingkungan kita. Berikut ini adalah penyebab dari gizi buruk.

  • Asupan
    • Tidak tersedia makanan yang adekuat(kemiskinan).
    • Tidak mendapatkan makanan gizi seimbang (Tanpa ASI, MP-ASI tidak adekuat).
    • Pola asuh yang salah
      • Penelitian pada keluarga miskin, sebagian gizi buruk.
      • Gizi baik karena ada kasih sayang ibu, aktif pos yandu, pendidikan ibu baik,pemberian ASI.
      • Gizi buruk karena diasuh nenek dan pengasuh miskin (TKI), kebiasaan hanya memberi air putih, makanan padat terlalu dini,pantang makanan: daging, telor dll.
  • Infeksi
    • Personal hygiene
    • Endemisitas penyakit seperti TBC.
    • Infeksi menyebabkan Gizi buruk, Gizi buruk mudah terinfeksi.


 

Dari penyebab penyebab di atas tentunya akan menimbulkan berbagai akibat bagi tubuh, dan berikut akan saya postingkan penyebab nya

  • Pembentukan sel otak tidak maksimal(IQ rendah).
  • Rentan infeksi, dermatitis,atropi organ, hepatomegali,pengurusan otot.
  • Apatis,gangguan bicara.
  • Penurunan perkembangan kognitif,integrasi sensori,sulit konsentrasi, tidak percaya diri.
  • Kualitas sdm dan produktivitas rendah – miskin.
  • Bila gizi buruk terjadi pada masa yang lama dengan prevalensi yang tinggi (era tertentu) maka generasi era tersebut akan menjadi generasi yang bodoh di masa mendatang.
  • Bila suatu generasi dengan generasi yang lain secara kualitas terjadi gap/ kesenjangan. Maka generasi itu dianggap sebagai generasi yang hilang.
  • Masa Janin s/d Balita merupakan "GOLDEN PERIOD" pertumbuhan otak(90% otak dewasa)
  • Bila gizi buruk maka otak tidak tumbuh normal, shg menghasilkan SDM yang bodoh dan lemah.
  • Rentan infeksi, pengurusan otot,pembengkakan hati,peradangan kulit,kelainan organ dan fungsinya (atropi/pengecilan)


 

Nah sepertinya masalah gizi buruk masih sangat menghantui masyarakat Indonesia, ini semua membutuhkan peran serta dari pemerintah, namun sebaiknya jangan hanya berpangku tangan kepada pemerintah, pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk warganya, jadi usaha pemerintah tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Pemerintah memberikan suatu masukan, sebaiknya di terima dan di laksanakan dengan baik oleh masyarakat Indonesia agar suatu program pemerintah untuk mengentaskan gizi buruk dapat berjalan dengan baik.

Mari bersama tuntaskan gizi buruk di Indonesia, agar kemakmuran dapat di terima semua warga Negara Indonesia.


 


 

Terima kasih Telah Hadir Di Sini, untuk membuat related post klik diSINI

3 komentar:

Balas Signage Indonesia

memang masalah gizi buruk di Indonesia masih saja terjadi..
padahal banyak orang kaya di Indonesia dan indonesia menjadi negara dengan sumber daya alam yang melimpah..

Balas Indonesia investment law

duh kok masih ada aja gizi buruk di Indonesia . mudah-mudahan di tahun depan Indonesia bisa bebas Gizi buruk deh

Balas toko bunga kebumen

Terus perbanyak artikel kesehatannya Om...

copy smiley kode

Poskan Komentar

Silahkan anda tinggalkan komentar mengenai postingan ini
dan anda dapat berekspresi dengan smiley yang ada di bawah form komentar
Terima kasih telah berkenan di blog kami....

 
-->