6 Feb 2011

Macam Macam Zat Gizi

Macam zat gizi

KARBOHIDRAT

Mengandung zat Carbon dalam ikatan dengan Hidrogen dan Oksigen dalam perbandingan yang ada dalam air (H2O).

Menghasilkan tenaga / kalori : 1 gr KH ----- oksidasi ---à 4,1 kalori.

Orang dewasa rata-rata konsumsi KH : 300 gr/hr. dalam bentuk gula dan zat tepung.

Semua gula berasal dari tumbuhan kecuali LAKTOSA (Gula Susu).

Jenis Gula :

SAKHAROSA         : Gula tebu, ubi-ubian.

DEKSTROSA (GLUKOSA)     : Gula buah-buahan, madu.

MALTOSA             : Disakarida yang terbentuk karena

                 hidrolisis zat trepung.

GLIKOGEN         : Gula dalam hati dan otot.

Zat tepung             : dari tanaman hijau, disimpan dalam                      batang, akar dan biji.

Penggolongan KH menurut Ikatan Sakharida :

MONOSAKHARIDA        : Sakharida tunggal

                ( FRUKTOSA, GALAKTOSA)

DISAKHARIDA         : Sakharida rangkap dua

                (SUKROSA, MALTOSA).

POLISAKHARIDA         : Sakharida komplek

                (ZAT TEPUNG, SELULOSA)

Semua KH yang telah dicerna diubah menjadi kelompok MONOSAKHARIDA (Yang dapat digunakan oleh jaringan tubuh)

Sumber KH :

Padi-padian : Beras, gandum, cantle, jagung, hasil olahan : roti, mie dll.

Umbi-umbian : Ubi, singkong, talas,Sagu.Gula dan hasil olahannya.

Karbohidrat sederhana akan mudah dicerna dan akan memberikan efek atau memberikan energi dengan lebih cepat. Karbohidrat kompleks akan memberikan efek lebih lama karena memutuskan rantai yang rumit jelas akan memerlukan waktu bukan ?

LEMAK

Terdiri dari Carbon, Hidrogen dan Oksigen.

Disimpan sebagai zat majemuk Asam lemak + Gliserin dalam jaringan ADIPOSA.

Menghasilkan tenaga         : 1 gr Lemak ----- oksidasi -à 9,3                      kalori.

Orang dewasa konsumsi     : 50 – 75 gr/hari.

Sebagai pelarut vitamin     : A,D,E dan K.

Penggolongan menurut sumbernya :

Lemak Hewani : Susu, daging, telur, ikan dll.

Lemak Nabati : Minyak Kelapa, minyak Jagung, Minyak Biji Matahari, Minyak Biji Kapuk, Santan.

LEMAK

Jenis lemak :

a. LEMAK DARAH (Lipid darah) :

TRIGLISERIDA (Lemak tubuh) : berasal dari lemak makanan dan lemak Karbohidrat.

KOLESTEROL

Berasal dari tubuh yang dibentuk dalam HATI dari makanan.

Kadar Kolesterol dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan Lemak makanan.

Apabila kadar lemak jenuh dalam makanan yang dikonsumsi tinggi maka kadar kolesterol darah juga tinggi, sebaliknya apabila kadar lemak TAK jenuh tinggi dalam makanan maka kadar kolesterol darah akan rendah.

Tak dapat larut dalam air.

Tidak dapat mengikuti aliran darah tanpa bantuan LIPOPROTEIN ( ikatan lemak dan Protein yang terbentuk dalam hati).

Jenis LIPOPROTEIN :

HDL ( High Dencity Lipoprotein) disebut Kolesterol BAIK karena tidak menyebabkan ATEROSKLEROSIS (endapan lemak) dengan jalan membersihkan darah.

Catatan : ARTEROSKLEROSIS (ENDAPAN KAPUR)

LDL (Low Dencity Lipoprotein) dan VLDL (Very Low Dencity Lipoprotein) disebut kolesterol JELEK karena menahan sirkulasi.

b. LEMAK MAKANAN

Lemak Jenuh : Lemak yang mengandung Asam Lemak Jenuh. Konsumsi Tinggi --- Kolesterol tinggi.

Sumber : Minyak Kelapa, Mentega, Lemak Hewan, Kelapa.

Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah karena terjadinya dislipidemia. Manifestasi dislipidaemia adalah tingginya kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, serta rendahnya kolesterol HDL.

Selama ini dokter melakukan pemeriksaan kolesterol, tekanan darah dan tingkat kegemukan untuk mengukur risiko penyakit jantung. Kolesterol LDL lebih dikenal sebagai kolesterol jahat, karena dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh koroner. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu rendah kadar kolesterol LDL anda (<130)

Sebaliknya jenis kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik, karena bersifat proteksi terhadap terjadinya penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, usahakan selalu tinggi kadar kolesterol HDL anda (> 45 mg/dl).

PROTEIN

Mengandung Nitrogen.

Merupakan dasar isi plasma setiap sel hidup.

Berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

Menghasilkan tenaga : 1 gr Protein ---- oksidasi --- > 4,1 kalori.

Ada 2 jenis protein menurut sumbernya :

a. Protein Hewani (klas A)

Miosin: dalam daging ikan.

Albumin: Putih telur, Albumin Laktat (susu), Albumin darah.

Kaseinogen : Susu, Keju.

Globulin : Sejenis globulin darah.

Vitelin: Kuning telur.

b. Protein Nabati (Klas B) 5 – 8 asam amino

Protein tak lengkap, dari tumbuhan.

Gluten         : Gandum, Roti

Legumen     : Kacang-kacangan, Kapri, Buncis

Gelatin         : Protein hewani (tak lengkap) Tulang,      Jaringan Ligamen.

Asam amino esensiil:

Histidin; Isolisin; Leusin; Lesin; Mitionin; Phenilalanin; Trionin; Triptopan; Valin; Arginin.

Kebutuhan Protein per KgBB/hari :

Bayi : 3 gr ; 6 tahun – 12 tahun : 2 gr; Remaja; 1,5 gr;

Dewasa: 1 gr

MINERAL

CALSIUM(Ca)/ ZAT KAPUR

Bagian yang terpenting dari tulang dan gigi yang

bersenyawa dengan Pospor (P).

Membantu pembekuan darah.

Mengatur rytme/denyut jantung.

Defisiensi Ca menyebabkan kerapuhan tulang dan gigi.

Bila ibu hamil kurang intake Ca maka Janin mengambil Ca dari Ibu dan Ibu akan mengalami kerapuhan tulang dan gigi.

    Sumber : Susu, Keju, Teri, Ikan, Kuning telur; Bayam,

Kebutuhan per hari :

Anak-anak <10 tahun             : 0,5 gr

10 tahun – remaja             : 0,7 gr

Orang Dewasa                : 0,6 gr

Ibu Hamil dan Ibu Menyusui         : 1,2 gr

FERRUM(Fe)/ ZAT BESI

Membuat zat warna darah.

Defisiensi : Anemia Fe.

Tanda-tanda: Muka pucat, cepat lelah, lesu/tak bergairah,

mengantuk, rasa malas.

Sumber : Hati, Daging, Kuning telur, ; Sayuran hijau dan

Kacang-kacangan.

Kebutuhan per hari :

Anak-anak                 : 5 –12 mg

Pria Dewasa             : 8 mg

Wanita Dewasa             : 10 mg

Ibu Hamil dan Menyusui         : 15 mg

SULFUR

Terdapat pada bahan makanan yang mengandung sulfur

Menjaga kesehatan jaringan.

NATRIUM CHLORIDA

Terdapat dalam garam dapur

Banyak disimpan dalam cairan Ekstra seluler.

KALIUM

Terdapat pada hampir semua makanan (protein)

Banyak disimpan didalam cairan Intra seluler.

POSPOR

Terdapat pada setiap sel tubuh

Berperan dalam produksi energi otot dan saraf

Membuat susunan yang tepat bagi jaringan keras (tulang

dan gigi)

    Sumber : Susu, Kuning telur, Ikan, Sayuran hijau.

IODIUM

Terdapat pada hewan laut dan tanaman dekat laut.

Mengatur keseimbanmgan proses metabolisme yang

dirangsang oleh sekresi kelenjar tiroid.

Di daerah pedalaman untuk mengatasi defisiensi Iodium

dengan pemberian garam Iodium; gula + KI (Kalium Iodida)

VITAMIN

Vitamin Larut Air

Vitamin B kompleks terdiri dari :

Vitamin B1 (Tiamin/Aneurin)

Fungsi :

Membantu dalam proses pertumbuhan;

Meningkatkan nafsu makan;

Menyempurnakan pencernaan;

Meningkatkan metabolisme.

    Defisiensi :

Stadium ringan : Nafsu makan menurun; Kesulitan BAB;          Cepat lelah; Sulit tidur.

Stadium berat : Beri-beri/ Hunger oedem (HO)

        Sumber : Gandum, Beras tumbuk, Katul, Kacang Hijau,     Kacang     tanah, Tempe. Hati , Ikan, Telur, Susu.     Sayuran hijau.

    Kebutuhan per hari :

Anak Remaja     : 0,4 – 1,2 mg

Orang Dewasa    : 0,6 – 1,0 mg

Ibu Hamil     : 0,9 mg

Ibu Menyusui     : 1,3 mg

Vitamin B2 (Riboflavin)

    Fungsi :

    Memacu proses pertumbuhan.

    Berperan dalam proses pernafasan sel tubuh.

    Defisiensi :

    Pertumbuhan terhambat; Pencernaan terganggu, Lemah,     Dermatitis, Bibir dan hidung terbelah.

    Sumber : Hati, Susu. Kacang-kacangan, Beras tumbuk,     Sayuran Hijau.

    Kebutuhan per hari :

    Anak Remaja     : 1 – 1,5 mg

    Orang Dewasa    : 1 – 1,5 mg

    Ibu Hamil     : 1,2 mg

    Ibu Menyusui     : 1,7 mg

Niacin

    Berperan dalam pemeliharaan jaringan

    Merupakan vitamin Anti PELLAGRA/ Kulit Kasar.

    Defisiensi :

    Pellagra, Penurunan fungsi saluran pencernaan,     Menurunkan nafsu makan

    Sumber : Daging, Hati. Kacang-kacangan, Beras tumbuk,     Gandum, Sayuran Hijau.

    Kebutuhan per hari :

    Anak Remaja     : 8 – 20 mg

    Orang Dewasa    : 11 – 17 mg

    

    Vitamin H (Biotin)

    Berperan dalam pemeliharaan selaput lendir

    Defisiensi : Dermatitis, Conjunctivis.

    Sumber : Hati, Susu, Ginjal, Jamur, Telur, Ragi.

Vitamin B6 (Piridoksin)

    Berperan dalam pembentukan sel darah merah normal     dan metabolisme serabut saraf.

    Sumber : Hati, Ginjal, Sayuran Hijau, Ragi.

    

    Vitamin B12

    Digunakan dalam pengobatan Anemia PERNISIOSA.

    Berperan dalam pembentukan butir darah merah dan     membantu proses pertumbuhan.

Defisiensi :

Pucat, Kurang darah, Pertumbuhan terganggu.

    Sumber : Hati, Daging, Ikan, Kerang.

    Kebutuhan sangat sedikit.

Vitamin C/Vitamin anti SKORBUT

Fungsi :

    Berperan dalam berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

    Pembentukan jaringan tubuh, terutama jar.penghubung, tulang dan gigi geligi.

    Pembentukan butir darah merah.

    Memberikan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

    Defisiensi :

    Bibir pecah, gusi berdarah,Gangguan metabolisme.

    Menurunkan daya tahan tubuh.

    Menyebabkan SKURVI

    Sumber : Buah, Sayuran Hijau.

    Kebutuhan per hari :

    Anak 1- 9 tahun         : 30 mg

    10 tahun - Dewasa        : 60 mg

    Ibu Hamil dan Ibu Menyusui     : 90 mg[


 


 

Terima kasih Telah Hadir Di Sini, untuk membuat related post klik diSINI

3 komentar:

Balas karangan bunga di purbalingga

Apakah setiap gizi yang bermacam-macam mempunyai fungsi yang berbeda

Balas obat kuat tradisional

info yang sangat bermanfaat. jadi tahu kandungan setiap makanan

Balas pengobatan kanker dengan herbal

wah benar-benar sangat bermanfaat nih, ilmu kesehatan gizi...

copy smiley kode

Poskan Komentar

Silahkan anda tinggalkan komentar mengenai postingan ini
dan anda dapat berekspresi dengan smiley yang ada di bawah form komentar
Terima kasih telah berkenan di blog kami....

 
-->